Berkenalan ala The Floating School

Berkenalan ala The Floating School

Kesan pertama adalah kunci keberlanjutan kelas. Menarik atau tidaknya calon siswa dalam mengikuti program ini akan dilihat melalui kali pertama mereka mengikuti program. Untuk menarik perhatian adik-adik remaja pulau, kami pun merancang program tiga pekan pertama untuk berkeliling di tiga pulau. Perkenalan kami konsep semenyenangkan mungkin. Diawali dengan permainan diakhiri dengan perkenalan fasilitator. Tiga orang tim yang memandu permainan dan kakak-kakak fasilitator turut bermain dengan diksadiks. Kamipun berkenalan ala The Floating School.

February 19, 2017 menjadi program awal kami. Pulau pertama yang kami datangi adalah Pulau Saugi. Bekerja sama dengan warga dusun, kami berkumpul dengan belasan remaja. Kami berkumpul di lapangan sekolah. Spanduk bertuliskan The Floating School kami pasang  di dinding sekolah. Perkenalan dimulai dengan bermain ‘Sigappa-gappa’ yang dipandu oleh kak Ammy. Sebuah permainan yang membuat pesertanya berlari-lari mencari teman kelompok. Ada beberapa instruksi, seperti ‘Pohon’ berarti satu orang, ‘Jembatan’ setiap peserta harus berkelompok menjadi dua orang saling berpegangan membentuk jembatan. ‘Rumah’ sebagai bentuk kelompok tiga orang. ‘Dayung’ untuk berbaris berempat orang. Dan ‘Bunga’ untuk membentuk kelompok lima orang.

Permainan Ice breaking The Floating School
Permainan Sigappa-gappa oleh kak Ammy

Permainan kedua diarahkan oleh kak Mato. Permainan dengan nama ‘Makkappala’. Dengan bermodalkan sarung yang seolah-olah menjadi kapal, seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari 7 orang. Permainannya sederhana, memastikan setiap peserta kelompok berada diatas kapal (sarung). Kak Mato pun memulai kisah perjalanan mulai dari dermaga menuju Pulau Saugi, Pulau Satando, dan Pulau lainnya. Setiap tiba di satu pulau, kapal tersebut akan mengecil. Kecilnya kapal ditunjukkan melalui lipatan sarung menjadi setengah. Sarung akan dilipat hingga sekecil mungkin dan peserta harus tetap berada diatas kapal. Menariknya, setiap kelompok akan mencari cara ketika ukuran sarung sudah mencapai lipatan kecil. Mereka saling menggendong, merangkul, menginjak kaki. Segala cara digunakan agar peserta tidak tenggelam. Semakin kecil sarung, suasana semakin menjadi riuh dan ramai.

permainan ice breaking the floating School
Permainan Makkappala, kelompok yang berhasil berada dalam satu lipatan kecil kapal.

Setelah lelah berlayar dengan kapal yang terus mengecil. Permainan ketiga dipimpin oleh Kak Nunu. Setiap kelompok diberikan pipet berjumlah 50 yang akan dibangun menjadi sebuah menara. Mereka ditantang untuk berpikir kreatif secepat mungkin. Dalam waktu singkat, mereka menyambung, mengikat, membangun sebuah menara dari pipet. Setelah 15 menit berlalu, berbagai menara telah jadi dengan berbagai bentuk.

Permainan membangun menara The Floating School
Permainan membangun menara dari pipet

Kelas perkenalan ini diakhiri dengan duduk melingkar bersama dan menjelaskan tentang The Floating School, rencana kelas the floating school, dan perkenalan delapan kakak fasilitator. Setiap fasil memperkenalkan kelasnya semenarik mungkin. Kak Pio misalnya, fasil dari kelas menyanyi/musik, sebelum menjelaskan tentang kelas menyanyi, ia memulainya dengan sebuah lagu Laskar Pelangi. Kak Uni, fasil kelas menulis, memperkenalkan Kelas Menulis dengan menunjukkan buku-buku karyanya. Dan beragam cara unik dari kakak-kakak fasil lainnya dalam memperkenalkan diri.

Sebelum ditutup, setiap peserta yang tertarik untuk mengikuti tujuh kelas dari The Floating School mengisi formulir yang berisikan data diri beserta beragam pertanyaan untuk melihat minat dan talenta siswa. Dari formulir ini akan dipetakan setiap siswa masuk ke dalam kelas computer, fotografi, menulis, menyanyi, menari, prakarya, atau menggambar.

Dengan cara yang sama, pekan berikutnya kami berlayar ke Pulau Satando, dan pulau Sapuli. Alhasil, kami mengumpulkan 83 remaja pulau berumur 13- 21 tahun yang siap mengikuti kelas The Floating School selama enam bulan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *