Kelas Delapan Belas dan Kemampuan yang Mulai Terlihat.

Kelas Delapan Belas dan Kemampuan yang Mulai Terlihat.

Matahari sudah terik. Hari itu, kelas berlangsung sedikit lebih telat daripada seharusnya. Biasanya jam 10.00 pagi kelas sudah dimulai, tapi karena suatu dan lain hal, kelaspun berjalan pada pukul 11 siang.

Setiba di Pulau Satando, para kakak fasil segera mencari adik-adiknya masing-masing. Tidak cukup 30 menit, mereka pun sudah berkumpul dan siap belajar di area masing-masing.

Seperti biasanya, kelas-kelas berlangsung dimanapun, sesuai keinginan adik-adik peserta kelas. Karena menghindari gerahnya sinar matahari, beberapa kelas menggunakan ruangan sekolah untuk belajar. Kelas tari dan kelas gambar berada dalam satu ruangan. Komputer dan kelas bernyanyi juga memilih belajar dalam ruangan. Kelas fotografi berjalan ‘dimana saja’, kelas menulis memilih belajar di dermaga. Dan kelas prakarya berlajar di pelataran masjid. Tak ketinggalan, kelas kecil –kelas bagi adik-adik kecil- bermain di rumah pohon.

Kelas Menggambar The Floating School
Kelas Menggambar, kali ini belajar menggambar pattern

 

Kelas Musik The Floating School
Kelas Musik The Floating School

Kami beruntung, pekan ini diikuti sekira delapan volunteer, ada Faisal Tasbih dan Andri yang memilih ikut mendampingi kelas menyanyi dan music, kak Andini membantu mengajarkan cara bersenyum sambil menari di kelas Tari, kak Iche menangani adik-adik kecil yang tidak ikut kelas untuk belajar bahasa Inggris di Rumah Pohon, Om Lelakibugis, Chatreen Moko, dan kak Alya, mereka bertiga sebagai blogger dan penulis berbagi cerita tentang kepenulisan dalam kelas menulis. Terlihat juga Ario Adly, fotografer yang berkeliling dari kelas satu ke kelas lainnya untuk mendokumentasikan kelas dengan foto dan video. Terima kasih kak sudah ikut serta !

 

kelas prakarya the floating school
Kelas Prakarya, membuat buku
Kelas Menulis di Dermaga pulau Satando
Kelas menulis di dermaga Pulau Satando

Kelas ke-18 ini berlangsung sangat menyenangkan. Adik-adik pun cukup antusias dalam belajar. Dalam evaluasi setelah kelas, beberapa volunteer mengapresiasi kemampuan adik-adik.

“Mungkin karena asupanya protein terus, mereka cepat dalam belajar” ungkap kak dini yang sempat mengajarkan gaya baru dalam kelas tari.

“Saya melihat peningkatan pada adik- adik di kelas musik, saya sempat ikut TFS beberapa pekan lalu, dan sekarang saya ikut lagi dan saya melihat ada perubahan cara bernyanyi yang lebih baik pada adik-adik ” Faisal Tasbih, turut menyampaikan pendapatnya.

“Ah, tulisan mereka membuat saya jengkel! Kurang ajar yaa, seumur mereka sudah bisa menulis dengan sangat baik. Saya kagum dengan tulisan-tulisan mereka” Kak Alya, volunteer yang mengisi kelas menulis mengapresiasi kemampuan tulis adik-adik di kelas menulis.

Kelas hari Ahad ini cukup menyenangkan. Para fasil tersenyum bahagia, setelah 18 kelas pertemuan, kemampuan adik-adik sudah mulai nampak. Tetap semangat belajar ! Sebentar lagi Pameran Besar!

Volunteer The Floating School
Foto bersama setelah kelas berlangsung, terima kasih kak!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *